Eksim (Dermatitis Atopik) pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Merawatnya
Kulit anak tiba-tiba terlihat kering, memerah, dan bersisik di area tertentu seperti lipatan siku atau lutut, disertai rasa gatal yang membuatnya sering menggaruk sampai kadang berdarah. Kalau Bunda mengenali kondisi seperti ini, kemungkinan besar si kecil sedang mengalami eksim, atau dalam istilah medis disebut dermatitis atopik, salah satu masalah kulit kronis yang cukup umum dialami anak-anak.
Berbeda dengan ruam popok atau biang keringat yang sifatnya sementara, eksim cenderung bersifat kambuhan dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Yuk, kita bahas lebih dalam soal penyebab, gejala, dan cara merawat kulit anak dengan eksim.
Apa Itu Eksim atau Dermatitis Atopik?

Dermatitis atopik adalah kondisi peradangan kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan meradang, yang bisa kambuh dari waktu ke waktu. Kondisi ini sering muncul pada anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi alergi, seperti asma, rhinitis alergi, atau eksim itu sendiri, sehingga sering dikelompokkan bersama kondisi-kondisi tersebut sebagai bagian dari yang disebut trias atopik.
Eksim biasanya mulai muncul di usia dini, bahkan sejak bayi berusia beberapa bulan, dan pada sebagian anak bisa membaik seiring bertambahnya usia, meski pada beberapa kasus bisa berlanjut sampai dewasa.
Penyebab Eksim pada Anak

Faktor genetik
Anak dengan riwayat keluarga yang memiliki kondisi alergi cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami eksim, terkait dengan gen yang memengaruhi fungsi pelindung kulit.
Gangguan fungsi sawar kulit
Anak dengan eksim umumnya memiliki lapisan pelindung kulit yang kurang optimal dalam menahan kelembapan dan melindungi dari iritan luar, sehingga kulitnya lebih mudah kering dan teriritasi dibanding anak pada umumnya.
Sistem imun yang terlalu reaktif
Pada anak dengan eksim, sistem imun cenderung merespons berlebihan terhadap pemicu tertentu, memicu peradangan yang muncul sebagai ruam dan rasa gatal pada kulit.
Faktor pemicu dari lingkungan
Berbagai faktor seperti cuaca yang terlalu kering atau panas, keringat berlebih, bahan pakaian yang kasar, sabun atau deterjen dengan kandungan kimia keras, serta paparan alergen seperti debu atau bulu hewan bisa memicu kambuhnya eksim pada anak yang rentan.
Stres emosional
Pada anak yang lebih besar, stres atau kecemasan juga bisa menjadi salah satu pemicu kambuhnya gejala eksim, meski bukan penyebab utama kondisi ini.
Gejala Eksim pada Anak
Gejala eksim bisa berbeda tergantung usia anak. Pada bayi, eksim biasanya muncul di area wajah, terutama pipi, dan bagian luar lengan serta kaki, dengan tampilan kulit yang memerah dan terlihat basah. Pada anak yang lebih besar, eksim lebih sering muncul di area lipatan seperti siku bagian dalam, belakang lutut, pergelangan tangan, dan leher, dengan tampilan kulit yang lebih kering, menebal, dan bersisik akibat garukan berulang.
Gejala umum lainnya meliputi rasa gatal yang bisa sangat mengganggu terutama di malam hari, kulit yang terasa kasar dan kering di area yang lebih luas dari sekadar bagian yang meradang, serta munculnya bintik-bintik kecil berisi cairan yang bisa pecah dan mengeluarkan cairan bening pada kondisi yang lebih parah.
Cara Merawat Kulit Anak dengan Eksim
Jaga kelembapan kulit secara rutin
Gunakan pelembap tanpa pewangi secara rutin, idealnya beberapa kali sehari, terutama setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap, untuk membantu mengunci kelembapan dan memperkuat fungsi pelindung kulit.
Mandi dengan air hangat, bukan panas
Gunakan air hangat suam-suam kuku saat memandikan anak, dan batasi durasi mandi sekitar sepuluh menit, karena air yang terlalu panas dan mandi yang terlalu lama bisa membuat kulit semakin kering.
Gunakan sabun yang lembut dan bebas pewangi
Pilih produk pembersih yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif, tanpa kandungan pewangi atau bahan kimia keras yang berpotensi memicu iritasi tambahan.
Kenakan pakaian berbahan lembut
Pilih bahan katun yang lembut dan menyerap keringat dengan baik, hindari bahan wol atau sintetis yang kasar dan berpotensi mengiritasi kulit yang sudah sensitif.
Potong kuku anak secara rutin
Kuku yang pendek membantu mengurangi risiko luka akibat garukan, sekaligus mengurangi risiko infeksi sekunder pada kulit yang sudah teriritasi.
Kenali dan hindari pemicu spesifik
Perhatikan pola kambuhnya eksim pada anak untuk mengenali pemicu spesifiknya, apakah berkaitan dengan makanan tertentu, cuaca, deterjen, atau faktor lain, lalu usahakan menghindari pemicu tersebut sebisa mungkin.
Gunakan obat sesuai anjuran dokter
Untuk kondisi yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan krim kortikosteroid topikal atau obat lain untuk membantu meredakan peradangan. Selalu gunakan sesuai anjuran dan jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa konsultasi lebih lanjut.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter kalau eksim tidak membaik dengan perawatan di rumah, area yang terkena semakin meluas, muncul tanda infeksi seperti nanah, kulit yang terasa hangat berlebihan, atau demam, serta kalau rasa gatal sudah sangat mengganggu tidur dan aktivitas harian anak. Dokter kulit anak atau dokter anak bisa membantu menentukan rencana perawatan yang lebih spesifik sesuai tingkat keparahan kondisi si kecil.
Apakah Eksim Bisa Sembuh Total?
Banyak anak yang mengalami perbaikan signifikan atau bahkan bebas dari gejala eksim seiring bertambahnya usia, terutama menjelang masa remaja. Namun, sebagian lainnya tetap membawa kecenderungan kulit sensitif ini hingga dewasa, meski dengan gejala yang biasanya lebih ringan dan lebih mudah dikendalikan dibanding saat masih anak-anak.
Penutup
Eksim pada anak memang membutuhkan kesabaran ekstra dalam perawatannya, mengingat sifatnya yang kambuhan dan berlangsung dalam jangka panjang. Dengan menjaga kelembapan kulit secara konsisten, mengenali dan menghindari pemicu, serta berkonsultasi rutin dengan dokter untuk kasus yang lebih signifikan, kondisi kulit anak dengan eksim bisa dikendalikan dengan baik, membantu mereka tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.