Cegukan pada Bayi: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu Waspada
Tiba-tiba tubuh mungil bayi berguncang kecil disertai bunyi “hik” berulang kali. Kalau ini kejadian pertama, wajar kalau Bunda sedikit khawatir, apalagi kalau cegukan terjadi cukup lama dan tidak kunjung berhenti. Padahal, cegukan pada bayi sebenarnya adalah hal yang sangat umum terjadi, bahkan bisa dialami sejak masih dalam kandungan.
Yuk, kita bahas lebih dalam soal kenapa bayi sering cegukan, cara mengatasinya, dan kapan kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Apa Itu Cegukan dan Kenapa Bayi Sering Mengalaminya?
Cegukan terjadi akibat kontraksi tiba-tiba pada diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan perut yang berperan penting dalam proses pernapasan. Saat diafragma berkontraksi secara tidak teratur, pita suara menutup sesaat, menghasilkan bunyi “hik” yang khas.
Bayi cenderung lebih sering mengalami cegukan dibanding orang dewasa karena diafragmanya yang masih dalam tahap perkembangan dan belum bekerja seefisien diafragma yang sudah matang. Bahkan, janin di dalam kandungan pun sudah bisa mengalami cegukan, yang terkadang bisa dirasakan ibu hamil sebagai gerakan berirama kecil di perutnya.
Penyebab Umum Cegukan pada Bayi
Menelan udara berlebihan saat menyusu
Udara yang tertelan bersamaan dengan ASI atau susu formula bisa membuat perut bayi meregang, memicu kontraksi diafragma yang menyebabkan cegukan.
Makan atau minum terlalu cepat
Bayi yang menyusu dengan terburu-buru, entah karena sangat lapar atau aliran susu yang terlalu deras, lebih berisiko mengalami cegukan dibanding yang menyusu dengan tenang.
Perut yang terlalu penuh
Perut yang teregang akibat terlalu banyak menyusu dalam satu waktu bisa menekan diafragma dan memicu cegukan.
Refluks atau naiknya isi lambung
Pada beberapa bayi, cegukan bisa berkaitan dengan refluks ringan, yaitu ketika isi lambung sedikit naik kembali ke kerongkongan, yang bisa memicu iritasi dan kontraksi diafragma.
Perubahan suhu mendadak
Perubahan suhu udara yang tiba-tiba, misalnya berpindah dari ruangan hangat ke ruangan ber-AC, juga kadang dikaitkan dengan munculnya cegukan pada bayi.
Berapa Lama Cegukan Bayi Biasanya Berlangsung?
Cegukan pada bayi umumnya berlangsung beberapa menit sampai sekitar sepuluh menit, dan bisa terjadi beberapa kali dalam sehari, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya. Selama bayi tetap terlihat tenang, bisa menyusu dengan normal, dan tidak menunjukkan tanda kesakitan, cegukan yang terjadi umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi
Sendawakan bayi
Membantu bayi bersendawa bisa mengeluarkan udara berlebih yang terperangkap di perutnya, salah satu penyebab paling umum dari cegukan.
Beri jeda saat menyusu
Kalau bayi menyusu terlalu cepat atau rakus, coba beri jeda sesaat di tengah sesi menyusu untuk membantunya menyusu dengan lebih tenang dan mengurangi udara yang tertelan.
Posisikan bayi tegak setelah menyusu
Menggendong bayi dalam posisi tegak selama sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit setelah menyusu membantu susu turun dengan baik ke lambung dan mengurangi risiko cegukan maupun gumoh.
Berikan sesuatu untuk dihisap
Memberikan dot atau membiarkan bayi mengisap empeng terkadang bisa membantu menenangkan diafragma dan meredakan cegukan yang sedang berlangsung.
Periksa ukuran lubang dot
Untuk bayi yang minum dari botol, pastikan ukuran lubang dot sesuai, tidak terlalu besar sehingga membuat aliran susu terlalu deras dan memicu bayi menelan udara berlebih.
Tunggu dengan tenang
Dalam banyak kasus, cegukan pada bayi akan reda dengan sendirinya tanpa perlu intervensi khusus. Tidak perlu panik atau mencoba berbagai cara “mengagetkan” bayi seperti yang kadang dilakukan pada orang dewasa, karena cara ini tidak dianjurkan untuk bayi.
Hal yang Perlu Dihindari
Jangan mencoba menghentikan cegukan bayi dengan cara mengagetkannya, menahan napasnya, atau memberikan air dalam jumlah banyak seperti kebiasaan yang kadang dilakukan pada orang dewasa, karena cara-cara ini tidak sesuai dan berpotensi berbahaya untuk bayi. Untuk bayi di bawah enam bulan yang belum MPASI, hindari juga memberikan air putih tambahan hanya untuk meredakan cegukan, karena kebutuhan cairannya sudah cukup terpenuhi lewat ASI atau susu formula.
Kapan Cegukan Bayi Perlu Diwaspadai?
Meski umumnya tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Kalau cegukan berlangsung sangat lama, disertai tanda bayi tampak tidak nyaman, rewel berlebihan, menangis kencang saat cegukan berlangsung, atau disertai gumoh dan muntah yang cukup sering, ada baiknya konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan tidak ada kondisi refluks yang lebih signifikan yang mendasarinya.
Segera cari pertolongan medis kalau cegukan disertai kesulitan bernapas, perubahan warna kulit menjadi kebiruan, atau tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan.
Cara Mencegah Cegukan pada Bayi
Menyusui dengan tenang tanpa terburu-buru, memastikan posisi menyusui yang tepat, serta menyendawakan bayi secara rutin setelah menyusu bisa membantu mengurangi frekuensi cegukan. Hindari juga memberi makan bayi dalam porsi terlalu besar sekaligus, lebih baik lebih sering namun dengan porsi yang lebih kecil, terutama untuk bayi yang cenderung sering cegukan.
Penutup
Cegukan pada bayi umumnya adalah kondisi yang wajar dan tidak berbahaya, bagian dari proses adaptasi sistem pencernaan dan pernapasannya yang masih berkembang. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Bunda bisa menghadapi momen cegukan si kecil dengan lebih tenang, sambil tetap memperhatikan tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut kalau memang muncul.