anak nangis dan rewel

Anak Nangis atau Rewel Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sudah capek seharian mengurus rumah dan anak, begitu malam tiba dan berharap bisa istirahat, si kecil malah terbangun menangis, rewel tanpa sebab jelas, atau tiba-tiba sulit ditenangkan meski sudah disusui dan digendong bergantian. Situasi ini rasanya jadi rutinitas yang menguras energi bagi banyak orang tua, apalagi kalau terjadi hampir setiap malam.

Kabar baiknya, rewel di malam hari punya berbagai penyebab yang bisa dikenali, dan sebagian besar bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Yuk, kita bahas apa saja yang mungkin jadi penyebabnya, dan bagaimana cara menghadapinya dengan lebih tenang.

Kenapa Malam Hari Sering Jadi Waktu Paling Rewel?

Ada alasan tersendiri kenapa rewel cenderung memuncak di malam hari dibanding waktu lain. Sepanjang hari, anak menyerap begitu banyak rangsangan baru, mulai dari suara, cahaya, interaksi sosial, sampai pengalaman baru yang belum sepenuhnya bisa mereka proses. Menjelang malam, tumpukan rangsangan ini sering “meluap” dalam bentuk tangisan atau kerewelan, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai witching hour pada bayi, atau overstimulasi pada anak yang lebih besar.

Selain itu, tubuh juga secara alami mengalami penurunan energi menjelang malam, membuat kemampuan anak mengelola emosi menjadi lebih terbatas dibanding saat masih segar di pagi atau siang hari.

Penyebab Anak Rewel di Malam Hari Berdasarkan Usia

Bayi di bawah tiga bulan

Di usia ini, rewel malam sering berkaitan dengan kolik, sistem pencernaan yang masih beradaptasi, atau sekadar kebutuhan untuk merasa aman setelah seharian menerima banyak rangsangan baru dari dunia di luar kandungan.

Bayi usia empat sampai dua belas bulan

Rewel di rentang usia ini sering dikaitkan dengan tumbuh gigi, lompatan perkembangan atau growth spurt yang membuat kebutuhan menyusu meningkat sementara, kecemasan berpisah yang mulai muncul di usia sekitar delapan bulan, atau sekadar rasa lapar tambahan akibat aktivitas fisik yang semakin banyak di siang hari.

Balita usia satu sampai tiga tahun

Di usia ini, rewel malam sering berkaitan dengan mimpi buruk atau night terror, kecemasan berpisah yang masih berlanjut, ketakutan pada gelap yang mulai berkembang seiring imajinasinya yang semakin kaya, atau overtired akibat jadwal tidur siang yang kurang optimal.

Anak usia empat sampai lima tahun

Rewel di usia ini kadang dipicu oleh mimpi buruk yang lebih kompleks seiring perkembangan kognitifnya, kekhawatiran atau kecemasan tertentu yang mulai bisa mereka rasakan namun belum sepenuhnya bisa diungkapkan, atau kebiasaan screen time menjelang tidur yang mengganggu kualitas istirahatnya.

Cara Mengatasi Anak Rewel di Malam Hari

Bangun rutinitas sebelum tidur yang konsisten

Rutinitas seperti mandi air hangat, membaca buku, lalu lampu diredupkan membantu memberi sinyal pada tubuh dan pikiran anak bahwa waktunya beristirahat sudah dekat. Konsistensi ini membantu mengurangi kerewelan yang muncul akibat transisi mendadak ke waktu tidur.

Perhatikan waktu tidur yang tidak terlalu larut

Anak yang tidur terlalu larut justru sering menunjukkan tanda overtired, yaitu kondisi kelelahan berlebihan yang justru membuat mereka lebih sulit tenang dan lebih rewel, bukan sebaliknya. Perhatikan tanda-tanda kantuk seperti menggosok mata atau menguap, dan segera arahkan ke rutinitas tidur sebelum terlambat.

Kurangi stimulasi menjelang tidur

Hindari permainan yang terlalu seru, tontonan yang menegangkan, atau penggunaan gadget mendekati jam tidur, karena semua ini bisa meningkatkan rangsangan yang justru memicu kerewelan di malam hari.

Redakan kecemasan berpisah dengan ritual perpisahan yang konsisten

Untuk anak yang menunjukkan tanda kecemasan berpisah, ciptakan ritual perpisahan yang sama setiap malam, seperti pelukan singkat dan kalimat penenang, supaya anak merasa lebih siap menghadapi waktu tidur sendirian.

Sediakan benda transisi yang menenangkan

Boneka kesayangan, selimut khusus, atau lampu tidur redup bisa membantu anak merasa lebih aman saat harus tidur, terutama bagi yang mulai menunjukkan ketakutan pada gelap.

Validasi perasaan anak saat terbangun karena mimpi buruk

Kalau anak terbangun karena mimpi buruk, tenangkan dengan pelukan dan validasi perasaannya, misalnya “mama tahu itu terasa menakutkan, tapi sekarang kamu aman”. Hindari meremehkan ketakutannya dengan kalimat seperti “ah itu cuma mimpi kok, nggak usah takut”.

Perhatikan kebutuhan fisik dasar

Pastikan anak tidak lapar, popoknya bersih, dan suhu ruangan nyaman sebelum mengasumsikan penyebab rewelnya adalah sesuatu yang lebih kompleks. Kadang penyebabnya memang sesederhana kebutuhan fisik yang belum terpenuhi.

Jaga suasana tetap tenang saat menenangkan anak

Sebisa mungkin, hindari ikut panik atau frustrasi saat menenangkan anak di tengah malam, karena anak sangat peka terhadap emosi orang di sekitarnya dan bisa semakin sulit tenang kalau merasakan kepanikan dari orang tuanya.

Kapan Rewel Malam Hari Perlu Diwaspadai?

Meski sebagian besar rewel malam tergolong wajar, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan lebih lanjut, seperti rewel yang disertai demam, tangisan yang terdengar berbeda dari biasanya dan sangat sulit ditenangkan dengan cara apa pun, tanda nyeri fisik yang jelas seperti menarik-narik telinga atau memegangi perut terus-menerus, atau pola rewel malam yang berlangsung sangat lama tanpa perbaikan meski sudah dicoba berbagai pendekatan. Kalau tanda-tanda ini muncul, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasarinya.

Menjaga Kesehatan Mental Orang Tua

Menghadapi anak rewel setiap malam bisa sangat melelahkan, baik secara fisik maupun emosional. Penting bagi Bunda dan Ayah untuk saling bergantian menangani anak di malam hari kalau memungkinkan, supaya masing-masing tetap punya waktu istirahat yang cukup. Tidak ada salahnya juga meminta bantuan keluarga terdekat kalau merasa benar-benar kewalahan menghadapi fase ini.

Penutup

Rewel di malam hari adalah bagian yang hampir pasti dialami setiap keluarga di berbagai tahap tumbuh kembang anak, dengan penyebab yang bisa berbeda-beda tergantung usia dan kondisi masing-masing anak. Dengan memahami kemungkinan penyebabnya dan menerapkan pendekatan yang konsisten, sebagian besar rewel malam bisa berangsur membaik seiring waktu. Yang terpenting, tetap sabar dan ingat bahwa fase ini, sesulit apa pun terasa saat ini, pasti akan berlalu seiring anak semakin besar.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *